Sony Yulianto

20 Februari 2009

Investasi Stone Crusher

Filed under: Studi & Proposal — Sony Yulianto @ 1:14 pm

I. RENCANA USAHA

lokasi-dari-tinggi-538-m-copy3

Rencana Usaha didasarkan atas rencana pemasaran yang disesuaikan dengan kemampuan teknik dan operasional serta kemampuan keuangan

perusahaan baik yang bersumber dari potensi permodalan perusahaan maupun kemampuan perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan dari rekanan kreditor maupun rekanan investor serta penjadwalan pembayaran kredit terhadap supplayer (Vendor of Material) dan sub kontraktor (Vendor of Services).

Rencana lokasi pembangunan Unit Produksi Pemecah Batu (Stone Crusher) di desa Karangsari kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah tahun 2009

stone-crusher-3 stone-crusher-4stone-crusher-6

stone-crusher-9 stone-crusher-10

Gambar Unit Stone Crusher, Peralatan, Lay Out

Rencana Usaha terdiri atas Usaha Utama (Core Business) dan Usaha lainnya (Non Core Business). Usaha utama (core business) difokuskan pada usaha produksi batu pecah (stone crushing production). Pemasaran produksinya ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen sebagai berikut :

  1. Proyek perawatan jalan kereta api di pantura jawa tengah.
  2. Proyek pembangunan rel ganda (double track) jalan kereta api di pantura jawa tengah.
  3. Proyek perawatan dan pembangunan jalan nasional pantura, jalan provinsi dan jalan kabupaten di wilayah eks-karesidenan Pekalongan.
  4. Proyek pembangunan jalan tol pantura di wilayah eks-karesidenan Pekalongan.

Upaya perusahaan dilakukan dengan mengembangkan komitmen dengan rekanan sebagai berikut :

  1. Kerjasama dengan para vendor di bidang pengadaan dan jasa alat berat konstruksi.
  2. Para Klien Strategis untuk produk batu pecah dalam melakukan Antisipasi Proyek yang akan dilaksanakan menyangkut Workflow, Service & Product Arrangement, Price Scheme, Payment Term & Condition serta besarnya komitmen proyek yang akan dilaksanakan dalam periode tertentu yang akan dituangkan dalam perjanjian kerjasama, commitment letter, gentlement agreement dan dilanjutkan Purchase Order serta Project Contract.
  3. Para pengecer produk dengan strategi mikro marketing berdasarkan area supervisory yang efektif yang selanjutnya akan disusun lebih detail.

Sedangkan untuk usaha lainnya (non core business) belum akan direncanakan setelah stabilnya kegiatan usaha utama.

Dalam rangka merealisasikan rencana usaha tersebut dipersiapkan infrastruktur perusahaan dalam rangka operasional usaha sebagai berikut :

  1. Legalitas Perusahaan dan Perijinan (Business legality & Permitting).
  2. Manajemen dan Administrasi Usaha (Business Management & Administration).
  3. Investasi Peralatan dan Perlengkapan (Hardware & Software).
  4. Sumber Daya Manusia (Brainware).
  5. Jaringan usaha (Business Networking) baik pemasaran, sumber daya operasi, produksi dan teknik maupun finansial.


II. RENCANA PEMASARAN

Rencana Pemasaran sesuai dengan rencana usaha berdasarkan perkembangan komitmen terhadap beberapa klien dan konsumen serta data-data target market disusun sebagai berikut :

A. Perawatan Jalan Kereta Api

Klien : Badan Penyelenggara Jalan Kereta Api

Jenis Produk :

Harga : /m3

Proyeksi Permintaan : m3/Bulan

Pembayaran :

Total Proyeksi Penjualan : m3/Bulan

B. Pembangunan Rel Ganda Jalan Kereta Api

Klien : Badan Penyelenggara Jalan Kereta Api

Jenis Produk :

Harga : /m3

Proyeksi Permintaan : m3/Bulan

Pembayaran :

Total Proyeksi Penjualan : m3/Bulan

C. Proyek Jalan Nasional

Klien : Para Kontraktor Jalan Nasional

Jenis Produk :

Harga : /m3

Proyeksi Permintaan : m3/Bulan

Pembayaran :

Total Proyeksi Penjualan : m3/Bulan

D. Proyek Jalan Propinsi

Klien : Para Kontraktor Jalan Propinsi

Jenis Produk :

Harga : /m3

Proyeksi Permintaan : m3/Bulan

Pembayaran :

Total Proyeksi Penjualan : m3/Bulan

E. Proyek Jalan Kabupaten

Klien : Para Kontraktor Jalan Kabupaten

Jenis Produk :

Harga : /m3

Proyeksi Permintaan : m3/Bulan

Pembayaran :

Total Proyeksi Penjualan : m3/Bulan


III. RENCANA OPERASIONAL

Operasional perusahaan dilakukan secara simultan paralel antara berbagai komponen operasi dengan persesuaian prioritas jadwal pelaksanaan mengedepankan Sustainable Cashflow Management, perhatian terhadap pertumbuhan penjualan / pendapatan, pembayaran piutang yang sehat (rasio piutang ragu-ragu yang rendah) dengan menyusun tatacara pembayaran penjualan yang terjamin dan terkontrol baik dan realisasi pembiayaan yang efisien.

Operasional usaha tetap berorientasi hasil (result oriented) dengan memperhatikan proses yang bertanggung jawab serta berkelanjutan (sustainable business process responsibility). Untuk melakukan hal tersebut harus dipersiapkan hal-hal sebagai berikut :

  • Legalitas Perusahaan dan Perijinan (Business legality & Permitting)..

  1. Akte Pendirian Perusahaan
  2. Ijin Domisili Perusahaan
  3. Nomor Pokok Wajib Pajak
  4. Tanda Daftar Perusahaan dan Surat Ijin Usaha Perdagangan
  5. Ijin Gangguan (HO)
  6. Surat Ijin Tempat Usaha (SITU)
  7. Surat Ijin Pertambangan Daerah (SIPD)
  8. Surat Ijin Pengolahan Pertambangan Daerah (SIPPD)
  9. Ijin Lokasi dan Ijin Prinsip
  10. Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
  11. Laporan Pajak Tahun Pertama
  12. Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi
  13. Keanggotaan KADIN
  14. Keanggotaan ARDIN (Pengadaan)
  15. Keanggotaan GAPENSI / GAPEKNAS / APEKSINDO (Jasa Konstruksi)
  16. Rekening Bank

  • Manajemen dan Administrasi Usaha (Business Management & Administration)
  1. Struktur Organisasi dan Job Diskripsi
  2. Standar Prosedur Keuangan dan formulirnya
  3. Standar Prosedur Penjualan dan formulirnya
  4. Standar Prosedur Pembiayaan dan Belanja beserta formulirnya
  5. Standar Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan beserta formulirnya
  6. Sistem Komputerisasi Akuntansi serta Komputerisasi Penjualan dan Stock
  7. Laporan Keuangan (Neraca) Pendahuluan, Rencana Usaha, Cashflow Usaha dan Rencana Kerja Tahunan
  8. Rencana Usaha, Cashflow Usaha dan Rencana Kerja Semester I
  • Investasi Peralatan dan Perlengkapan (Hardware)
  1. Peralatan dan Perlengkapan Kantor
  2. Peralatan dan Perlengkapan Proyek / Workshop
  • Sumber Daya Manusia (Brainware)
  1. Dewan Direksi dan Pengawas
  2. Staf dan Tenaga Ahli
  • Jaringan usaha (Business Networking) baik pemasaran, sumber daya operasi, produksi dan teknik maupun financial.
  1. Company Network Listing, Approaching & Commitment
  2. Sertifikasi dari Mitra Strategis (BPJKA, Secofindo, dll.)
  3. Sertifikasi Tenaga Ahli
  4. Referensi Bank dan Investor
  5. Surat-surat Dukungan / Keagenan / Kerjasama dari Rekanan Prinsipal

IV. GAMBARAN UMUM KEUANGAN

I. Biaya dan Analisa Biaya

  • Biaya Pra Operasional & Investasi
  1. Legalitas dan Perijinan
  2. Peralatan & Perlengkapan Kantor
  3. Peralatan & Perlengkapan Produksi
  4. Kontijensi Pra-Operasional Direksi / Manajemen
  • Biaya Operasional Manajemen dan Administrasi (Overhead)
  1. Biaya Gaji
  2. Biaya Sewa Kantor
  3. Biaya Operasional Kantor
  4. Biaya Operasional Unit Produksi

  • Analisa Biaya Produksi (Per satuan produksi)
  1. Operasional Peralatan
  2. Material Produksi
  3. Tenaga Kerja
  4. Manajemen dan Administrasi (Overhead)
  5. Amortisasi Investasi dan Pra-operasional

II. Kebutuhan Modal

  1. Pra Operasional
  2. Investasi
  3. Modal Kerja

III. Rencana Pendapatan

  1. Perawatan Jalan Kereta Api
  2. Pembangunan Rel Ganda Jalan Kereta Api
  3. Proyek Jalan Nasional
  4. Proyek Jalan Propinsi
  5. Proyek Jalan Kabupaten

IV. Proyeksi Rugi Laba

  1. Total Pendapatan
  2. Total Pengeluaran
  3. Laba Kotor
  4. Biaya Keuangan
  5. Laba Sebelum Pajak

3 Komentar »

  1. Dear Pak Sony Yulianto
    Pak mohon informasi untuk harga loco : Split 1/2, split 2/3 & screening
    kebuthan kami 10.000 m3 / bln, trims.
    Salam,

    Oni J Safari
    PT MULTI PRIMA USAHATAMA
    Jakarta
    HP. 081382343620

    Komentar oleh Oni J Safari — 8 September 2009 @ 8:17 am

  2. Dear Mr. Sony

    Pak Sony, saya ingin memulai bisnis batu giling, berapa investasi yg mesti dikeluarkan untuk project plan sekitar 800 ton per hari, tipe mesin apa saja yg cocok untuk kapasitas produksi seperti itu (klo bisa sama merek mesinnya)

    terima kasih
    cepi

    Komentar oleh Cepi Sopian — 7 Maret 2010 @ 12:52 am

  3. dear mas Sony
    mas sya adhhie di mataram NTB, sayang ingin memulai usaha bisnis pemecah batu, berapa investasi yang harus sya persiapkan untuk produksi 500 ton/hari tipe mesin apa saja yg cocok untuk kapasitas produksi seperti itu (klo bisa sama merek mesinnya, bisa ndak sya dapatkan daftar alat2 yang sya perlukan

    hormat saya

    adhie

    Komentar oleh adhie — 25 Januari 2011 @ 12:28 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.